PELATIHAN DAN SERTIFIKASI PENDAMPING KEWIRAUSAHAAN DI PERGURUAN TINGGI

Diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan SDM (P2SDM) LPPM IPB bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Jakarta

 Bogor, Selasa (27/11) di Hotel Asana Grand Pangrango Bogor.

 Pelatihan dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Ir. Dodik Ridho Nurrochmat, M.Sc.F. sebagai Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Sistem Informasi menyatakan bahwa salah satu misi IPB saat ini adalah menyiapkan insan terdidik yang unggul, profesional, dan berkarakter kewirausahaan di bidang pertanian, kelautan, dan biosains tropika. Kewirausahaan menjadi tren di dunia usaha saat ini. Peran kewirausahaan sangat besar dan menjadi bagian utama perekonomian di Indonesia.

 Menurutnya, sebagai perguruan tinggi, dosen merupakan pilar utama dalam pengembangan kewirausahaan. Dosen sebagai entrepreneurship coaching harus memiliki dasar kompetensi di bidang pendamping kewirausahaan sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) No. 53/2014 tentang kewirausahaan industri. Dosen yang mempunyai pengetahuan dan pemahaman kewirausahaan akan dapat membimbing mahasiswa dalam menginisiasi dan mengembangkan usahanya sehingga terjadi proses akselerasi pertumbuhan wirausaha baru. Hal ini bagian dari Perguruan Tinggi dalam membantu pemerintah pada program kewirausahaan serta membuka peluang usaha dan mengurangi pengangguran.

 Sementara itu Kepala P2SDM Dr. Ir. Amiruddin Saleh, MS menyampaikan bahwa setelah mengikuti program ini diharapkan kemampuan dosen meningkat dalam pengetahuan dan pemahaman pada program kewirausahaan yang telah ada seperti Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK), Program Iptek bagi Inovasi dan Kreativitas Pemula Berbasis Teknologi yang berperan dalam proses percepatan lahirnya wirausaha baru berbasis iptek dalam mendukung Knowledge Economic Based. Topik dalam pelatihan ini antara lain bagaimana menumbuhkan motivasi berwirausaha di kalangan mahasiswa, karakteristik dan proses tumbuh-kembangnya suatu usaha, membangun ekosistem kewirausahaan di PT, Entrepreneurship Coaching: membentuk karakter pendamping kewirausahaan yang handal, serta proses inovasi dan HaKI dalam perspektif pasar.

Menurut Dr. Wier Ritonga Direktur LSP Menbiska menyatakan bahwa peserta akan mengikuti uji kompetensi sebagai pendamping kewirausahaan pada hari ketiga. “Kegiatan ini diawali dengan pelatihan oleh P2SDM LPPM IPB dengan 10 unit skema pendamping  kewirausahaan  sesuai SKKNI selama dua hari, yakni 27 - 28 November 2018 dan diadakan uji kompetensi pada Assesor LSP Menbiska yang berlisensi dari Badan Nasional Serfifikasi Profesi (BNSP),” paparnya.

“Dalam  metode uji kompetensi dimulai dari test tertulis atas 10 unit skema, observasi atas unit skema pendamping kewirausahaan yang dilanjutkan dengan test lisan,” lanjutnya.

Peserta uji kompetensi ini adalah dosen yang ditugaskan oleh perguruan tinggi dalam pendampingan kewirausahaan di Perguruan Tinggi. Peserta diikuti oleh berbagai perguruan tinggi diantaranya Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Universitas Darma Persada Jakarta, STIE Indonesia Banking  school, Enterpreneurship President University, IPB, Univitas Suryakencana Cianjur, UNINUS Bandung, Universitas Garut, UGM, UII Yogyakarta, UMY, Universitas PGRI Madiun, UNS, Universitas Jember, Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, STIE Triatma Mulya, Bali, Universitas Khairun Ternate, UNP Sumbar, Universitas Dharma Andalas Padang, Uuniversitas Muhammadiyah Sumbar, STKIP PGRI Sumbar, Universitas muhammadiyah Sumut, Universitas Medan Area, UIN Antasari Banjarmasin, Universitas Samawa Sumbawa Barat, Politeknik Negeri Media Kreatif.

Hadir sebagai pembicara pada kegiatan ini adalah Dr Abdul Basith Achmad (ABA) Motivator Nasional dan pendamping inkubator; Dr. Burhanuddin Dosen Agribisnis IPB dan Praktisi Kewirausahaan; Risky Irawan Entrepreneurship Coaching dan Praktisi; dan Wiryo Cokro pelaku dan konsultan kuliner.

 

Informasi lebih lanjut silakan menghubungi:

 

LSP Menbiska Nusantara 

email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

WA : 0818708358

 

PELATIHAN DAN SERTIFIKASI PENDAMPING KEWIRAUSAHAAN DI PERGURUAN TINGGI

Diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan SDM (P2SDM) LPPM IPB bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Jakarta

 Bogor, Selasa (27/11) di Hotel Asana Grand Pangrango Bogor.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Ir. Dodik Ridho Nurrochmat, M.Sc.F. sebagai Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Sistem Informasi menyatakan bahwa salah satu misi IPB saat ini adalah menyiapkan insan terdidik yang unggul, profesional, dan berkarakter kewirausahaan di bidang pertanian, kelautan, dan biosains tropika. Kewirausahaan menjadi tren di dunia usaha saat ini. Peran kewirausahaan sangat besar dan menjadi bagian utama perekonomian di Indonesia.

Menurutnya, sebagai perguruan tinggi, dosen merupakan pilar utama dalam pengembangan kewirausahaan. Dosen sebagai entrepreneurship coaching harus memiliki dasar kompetensi di bidang pendamping kewirausahaan sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) No. 53/2014 tentang kewirausahaan industri. Dosen yang mempunyai pengetahuan dan pemahaman kewirausahaan akan dapat membimbing mahasiswa dalam menginisiasi dan mengembangkan usahanya sehingga terjadi proses akselerasi pertumbuhan wirausaha baru. Hal ini bagian dari Perguruan Tinggi dalam membantu pemerintah pada program kewirausahaan serta membuka peluang usaha dan mengurangi pengangguran.

Sementara itu Kepala P2SDM Dr. Ir. Amiruddin Saleh, MS menyampaikan bahwa setelah mengikuti program ini diharapkan kemampuan dosen meningkat dalam pengetahuan dan pemahaman pada program kewirausahaan yang telah ada seperti Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK), Program Iptek bagi Inovasi dan Kreativitas Pemula Berbasis Teknologi yang berperan dalam proses percepatan lahirnya wirausaha baru berbasis iptek dalam mendukung Knowledge Economic Based. Topik dalam pelatihan ini antara lain bagaimana menumbuhkan motivasi berwirausaha di kalangan mahasiswa, karakteristik dan proses tumbuh-kembangnya suatu usaha, membangun ekosistem kewirausahaan di PT, Entrepreneurship Coaching: membentuk karakter pendamping kewirausahaan yang handal, serta proses inovasi dan HaKI dalam perspektif pasar.

Menurut Dr. Wier Ritonga Direktur LSP Menbiska menyatakan bahwa peserta akan mengikuti uji kompetensi sebagai pendamping kewirausahaan pada hari ketiga. “Kegiatan ini diawali dengan pelatihan oleh P2SDM LPPM IPB dengan 10 unit skema pendamping  kewirausahaan  sesuai SKKNI selama dua hari, yakni 27 - 28 November 2018 dan diadakan uji kompetensi pada Assesor LSP Menbiska yang berlisensi dari Badan Nasional Serfifikasi Profesi (BNSP),” paparnya.

“Dalam  metode uji kompetensi dimulai dari test tertulis atas 10 unit skema, observasi atas unit skema pendamping kewirausahaan yang dilanjutkan dengan test lisan,” lanjutnya.

Peserta uji kompetensi ini adalah dosen yang ditugaskan oleh perguruan tinggi dalam pendampingan kewirausahaan di Perguruan Tinggi. Peserta diikuti oleh berbagai perguruan tinggi diantaranya Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Universitas Darma Persada Jakarta, STIE Indonesia Banking  school, Enterpreneurship President University, IPB, Univitas Suryakencana Cianjur, UNINUS Bandung, Universitas Garut, UGM, UII Yogyakarta, UMY, Universitas PGRI Madiun, UNS, Universitas Jember, Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, STIE Triatma Mulya, Bali, Universitas Khairun Ternate, UNP Sumbar, Universitas Dharma Andalas Padang, Uuniversitas Muhammadiyah Sumbar, STKIP PGRI Sumbar, Universitas muhammadiyah Sumut, Universitas Medan Area, UIN Antasari Banjarmasin, Universitas Samawa Sumbawa Barat, Politeknik Negeri Media Kreatif.

Hadir sebagai pembicara pada kegiatan ini adalah Dr Abdul Basith Achmad (ABA) Motivator Nasional dan pendamping inkubator; Dr. Burhanuddin Dosen Agribisnis IPB dan Praktisi Kewirausahaan; Risky Irawan Entrepreneurship Coaching dan Praktisi; dan Wiryo Cokro pelaku dan konsultan kuliner.

 

Informasi lebih lanjut silakan menghubungi:

Tintin Sarianti, SP., MM

Kepala Divisi Pelatihan dan Diseminasi Teknologi

Pusat Pengembangan SDM LPPM IPB

www.p2sdm.ipb.ac.id

 

 

 

 

Uji Kompetensi Pegawai Pemprov DKI Jakarta , blok G lantai 22 Gedung Balaikota, diikuti 15 orang peserta.

Peserta adalah utusan dari pegawai DKI Jakarta yang menangani Kewirausahaan.

Kegiatan ini dimulai Pelatihan Pendamping Kewirausahaan selama 2 hari oleh Lembaga Diklat Profesi Pengembangan Wirausaha Nusantara dari tanggal 12-13 Nopember 2018, dan tanggal 14 Nopember 2018 uji Kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Menbiska.

Seluruh peserta dalam kegiatan ini dilakukan metode uji kompetensi.

Dimulai dengan Test Tertulis atas 10 unit Skema, dilanjutkan Observasi atas unit Skema Pendamping Kewirausahaan dan selanjutnya Test Lisan.

Uji Kompetensi dilakukan oleh LSP Menbiska dengan menugaskan 3 orang Asesor lisensi dari BNSP.

Peserta Uji ini adalah karyawan DKI Jakarta yang bertugas untuk memonitor tugas tugas para Pendamping Kewirausahaan di tingkat kecamatan dan kelurahan seluruh DKI Jakarta 

baca juga  berita dari Harianjayapos.com

 

 

Dr. Wier Ritonga, SE, MM selaku Direktur LSP Menbika Nusantara, 

 

PELATIHAN DAN SERTIFIKASI UJI KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN INDUSTRI

Diselenggarakan oleh Dinas Perindusrian dan UKM Kabupaten Mojokerto bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Jakarta.

Mojokerto, 22-24 Nopember 2018, Lokasi pelatihan di Desa Randugenengan kec Dlanggu Desa Wisata Mojokerto, Jawa Timur.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Mojokerto bapak  BAMBANG PURWANTO, SH, MH  yang diwakili oleh bapak  Sumarno Hadi Prayitno MM, Kepala Bidang IKA, menyatakan bahwa Mojokerto yang berdiri Industri besar harus disinergikan dengan kemampuan masyarakat di Industri kecil dan  menyiapkan insan terdidik yang unggul, profesional, dan berkarakter kewirausahaan di bidang pertanian dan industri kreatif serta menjadi wirausahawan kompeten dari Mojokerto, untuk dapat mengisi potensi nasional dan bahkan untuk internasional. Pelatihan diikuti juga oleh ibu Anie Sri Wilujeng mulai dari awal sampai akhir pelatihan, dan mengatakan  bahwa pelatihan kali ini adalah pelatihan paling berkesan karena hasilnya bisa terukur dan peserta termotivasi untuk mengikutinya demi kemajuan usaha yang dilaksanakan para UKM.

Menurut Dr. Wier Ritonga Direktur LSP Menbiska menyatakan bahwa “peserta akan mengikuti uji kompetensi sebagai pelaku usaha dalam skema Kewirausahaan Industri pada hari ketiga. dengan 14 unit skema sesuai SKKNI dan diuji oleh  Assesor LSP Menbiska yang berlisensi dari Badan Nasional Serfifikasi Profesi (BNSP),” paparnya.

“Dalam  metode uji kompetensi dimulai dari test tertulis atas 14 unit skema, melakukan observasi atas unit skema  Kewirausahaan Industri yang dilanjutkan dengan test lisan,” lanjutnya.

Peserta uji kompetensi ini adalah para pelaku Industri mikro binaan Dinas Perindustrian Mojokerto dari berbagai bidang usaha, diantaranya sepatu, kaos kaki, krupuk, minuman ringan, olahan dari ikan, dan oleh oleh dari Mojokerto.

 

 

Informasi lebih lanjut silakan menghubungi:

LSP Menbiska Nusantara

Web . www.menbiska.com

WA : 081 870 8358

 

UJi Kompetensi Skema Pelaksanaan Pemasaran bagi Dosen Politeknik Ubaya Surabaya diselenggrakan pada tanggal 26 - 27 Mei 2018 di Kampus Politeknik Ubaya Surabaya.

dengan Kegiatan Praasesi pada Tanggal 26 Mei 2018  dan  Uji Kompetensi Skema Pelaksanaan

pada tanggal 27 Mei 2018 .

dengan Uni Kompetensi yang diujikan sebagai berikut :

1. Menyusun Rencana Pemasaran

2. Membuat Strategi Merek Produk

3. Merencanakan Promosi Produk

4. Merencanakan Penjualan

5. Merencanakan Pembentukan Tim Penjualan

6. Menyusun Database Penjualan

7. Menyusun Data Pelanggan

8. Mengelola Data Pelanggan

9. Menyusun Rencana Pertemuan Pelanggan

10. Mengelola Pertemuan Pelanggan

11.Melayani Kebutuhan InformasiBagi Pelanggan

12.  Menangani Keluhan Pelanggan

13. Mengukur Kepuasan Pelanggan